CIFOR–ICRAF publishes over 750 publications every year on agroforestry, forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy and much more – in multiple languages.

Dampak Perubahan Tutupan Lahan terhadap Kondisi Hidrologi di Das Buol, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah: Simulasi dengan Model Genriver

Dampak Perubahan Tutupan Lahan terhadap Kondisi Hidrologi di Das Buol, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah: Simulasi dengan Model Genriver
Konversi hutan menjadi lahan pertanian sangatberpengaruh terhadap fkondisi hidrologis suatu daerah aliran sungai (DAS), yangselanjutnya akan berdampak terhadap kelangsungan hidup masyarakat yang tinggaldi DAS tersebut. Model simulasi seperti model Genriver dapat digunakan untuk memproyeksikanbagaimana dampak perubahan lahan terhadap kondisi hidrologis DAS. Hasil proyeksimodel Genriver di DAS Buol, Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa selama 20 tahun terakhirneraca air di DAS Buol sebagain besar (42%) dimanfaatkan untuk transpirasitanaman dan aliran permukaan (run off ) sebesar 22%. Dengan kondisitutupan lahan seperti sekarang, yaitu 67% hutan, 0.5% pemukiman, 0.7% lahanterbuka serta sisanya lahan yang dikelola masyarakat; maka dalam dalam 20 tahunke depan, infiltrasi akan sebesar 41% dan aliran permukaan sebesar 28%. Konversihutan menjadi area agroforestri, perkebunan kelapa sawit atau pertanian lahankering di masa depan akan semakin memicu kenaikan aliran permukaan, namun dengantingkatan berbeda. Skenario pertanian lahan kering dan sawah merupakan skenarioperubahan lahan terburuk diantara semua skenario perubahan lahan yangdisimulasikan karena menyebabkan kenaikan aliran permukaan yang cukup besar danmengurangi aliran dasar. Perencanaan dan perhitungan pengelolaan lahan yang tepatdi DAS Buol perlu diperhatikan untuk mempertahankan fungsi DAS Buol sekaligus meningkatkankesejahteraan masyarakat yang tinggal didalamnya.

This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
TI  - Dampak Perubahan Tutupan Lahan terhadap Kondisi Hidrologi di Das Buol, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah: Simulasi dengan Model Genriver 
AU  - Tanika, L. 
AU  - Lusiana, B. 
AB  - Konversi hutan menjadi lahan pertanian sangatberpengaruh terhadap fkondisi hidrologis suatu daerah aliran sungai (DAS), yangselanjutnya akan berdampak terhadap kelangsungan hidup masyarakat yang tinggaldi DAS tersebut. Model simulasi seperti model Genriver dapat digunakan untuk memproyeksikanbagaimana dampak perubahan lahan terhadap kondisi hidrologis DAS. Hasil proyeksimodel Genriver di DAS Buol, Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa selama 20 tahun terakhirneraca air di DAS Buol sebagain besar (42%) dimanfaatkan untuk transpirasitanaman dan aliran permukaan (run off ) sebesar 22%. Dengan kondisitutupan lahan seperti sekarang, yaitu 67% hutan, 0.5% pemukiman, 0.7% lahanterbuka serta sisanya lahan yang dikelola masyarakat; maka dalam dalam 20 tahunke depan, infiltrasi akan sebesar 41% dan aliran permukaan sebesar 28%. Konversihutan menjadi area agroforestri, perkebunan kelapa sawit atau pertanian lahankering di masa depan akan semakin memicu kenaikan aliran permukaan, namun dengantingkatan berbeda. Skenario pertanian lahan kering dan sawah merupakan skenarioperubahan lahan terburuk diantara semua skenario perubahan lahan yangdisimulasikan karena menyebabkan kenaikan aliran permukaan yang cukup besar danmengurangi aliran dasar. Perencanaan dan perhitungan pengelolaan lahan yang tepatdi DAS Buol perlu diperhatikan untuk mempertahankan fungsi DAS Buol sekaligus meningkatkankesejahteraan masyarakat yang tinggal didalamnya. 
PY  - 2017 
UR  - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/27358/ 
KW  - agroforestry, dampak perubahan lahan, das buol – sulawesi tengah, fungsi hidrologi das, model genriver, model hidrologi, research 
ER  -
%T Dampak Perubahan Tutupan Lahan terhadap Kondisi Hidrologi di Das Buol, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah: Simulasi dengan Model Genriver 
%A Tanika, L. 
%A Lusiana, B. 
%D 2017 
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/27358/ 
%X Konversi hutan menjadi lahan pertanian sangatberpengaruh terhadap fkondisi hidrologis suatu daerah aliran sungai (DAS), yangselanjutnya akan berdampak terhadap kelangsungan hidup masyarakat yang tinggaldi DAS tersebut. Model simulasi seperti model Genriver dapat digunakan untuk memproyeksikanbagaimana dampak perubahan lahan terhadap kondisi hidrologis DAS. Hasil proyeksimodel Genriver di DAS Buol, Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa selama 20 tahun terakhirneraca air di DAS Buol sebagain besar (42%) dimanfaatkan untuk transpirasitanaman dan aliran permukaan (run off ) sebesar 22%. Dengan kondisitutupan lahan seperti sekarang, yaitu 67% hutan, 0.5% pemukiman, 0.7% lahanterbuka serta sisanya lahan yang dikelola masyarakat; maka dalam dalam 20 tahunke depan, infiltrasi akan sebesar 41% dan aliran permukaan sebesar 28%. Konversihutan menjadi area agroforestri, perkebunan kelapa sawit atau pertanian lahankering di masa depan akan semakin memicu kenaikan aliran permukaan, namun dengantingkatan berbeda. Skenario pertanian lahan kering dan sawah merupakan skenarioperubahan lahan terburuk diantara semua skenario perubahan lahan yangdisimulasikan karena menyebabkan kenaikan aliran permukaan yang cukup besar danmengurangi aliran dasar. Perencanaan dan perhitungan pengelolaan lahan yang tepatdi DAS Buol perlu diperhatikan untuk mempertahankan fungsi DAS Buol sekaligus meningkatkankesejahteraan masyarakat yang tinggal didalamnya. 
%K agroforestry 
%K dampak perubahan lahan 
%K das buol – sulawesi tengah 
%K fungsi hidrologi das 
%K model genriver 
%K model hidrologi 
%K research 
    Publication year

    2017

    Authors

    Tanika, L.; Lusiana, B.

    Language

    Indonesian

    Keywords

    agroforestry, dampak perubahan lahan, das buol – sulawesi tengah, fungsi hidrologi das, model genriver, model hidrologi, research

    Geographic

    Indonesia