CIFOR–ICRAF publishes over 750 publications every year on agroforestry, forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy and much more – in multiple languages.

Penyuluh dan Petani Bersama, Mewujudkan Kakao Agroforestri. Cerita Obrolan Petani #6

Penyuluh dan Petani Bersama, Mewujudkan Kakao Agroforestri. Cerita Obrolan Petani #6
Albar penyuluh Desa Teteuri, dan Dian penyuluh Desa Arusu, merasa kagum saat Edi, petani andalan Kelompok Balik Mata, Desa Tulak Tallu, yang sudah bertani agroforestri sejak lama bersama anggota kelompoknya terus mempertahankan aneka tanaman pepohonan sebagai tanaman sela di kebunnya. Hal ini dikarenakan panen kakao yang dahulu bagus, namun sekarangmengalami penurunan. Untuk itu sistem pertanian agroforestri yang memang sudah diterapkan sejak dulu, membuat kelompok tani Desa Tulak Tallu terus mempertahankan guna mendapatkan penghasilan tambahan. Contohnya dari hasil penjualan durian, langsat, aren dan pisang. Jafar, petani dampingan juga menanam pisang dan cabai diantara tanaman kakao. Ia disarankan oleh para penyuluh untuk menanam tanaman berbasis kayu. Namun belum diterapkan karena khawatir ketika besar dan siap ditebang akan merusak tanaman kakao, sehingga mereka tetap memilih tanaman seperti durian dan jengkol.

This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
TI  - Penyuluh dan Petani Bersama, Mewujudkan Kakao Agroforestri. Cerita Obrolan Petani #6 
AU  - Achmad, S.A. 
AU  - Ilyas 
AU  - Hamdan 
AU  - Megasari 
AB  - Albar penyuluh Desa Teteuri, dan Dian penyuluh Desa Arusu, merasa kagum saat Edi, petani andalan Kelompok Balik Mata, Desa Tulak Tallu, yang sudah bertani agroforestri sejak lama bersama anggota kelompoknya terus mempertahankan aneka tanaman pepohonan sebagai tanaman sela di kebunnya. Hal ini dikarenakan panen kakao yang dahulu bagus, namun sekarangmengalami penurunan. Untuk itu sistem pertanian agroforestri yang memang sudah diterapkan sejak dulu, membuat kelompok tani Desa Tulak Tallu terus mempertahankan guna mendapatkan penghasilan tambahan. Contohnya dari hasil penjualan durian, langsat, aren dan pisang. Jafar, petani dampingan juga menanam pisang dan cabai diantara tanaman kakao. Ia disarankan oleh para penyuluh untuk menanam tanaman berbasis kayu. Namun belum diterapkan karena khawatir ketika besar dan siap ditebang akan merusak tanaman kakao, sehingga mereka tetap memilih tanaman seperti durian dan jengkol. 
PY  - 2022 
PB  - World Agroforestry (ICRAF) 
PP  - Bogor, Indonesia 
UR  - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/18404/ 
KW  - agroforestry, cocoa, small scale farming 
ER  -
%T Penyuluh dan Petani Bersama, Mewujudkan Kakao Agroforestri. Cerita Obrolan Petani #6 
%A Achmad, S.A. 
%A Ilyas 
%A Hamdan 
%A Megasari 
%D 2022 
%I World Agroforestry (ICRAF) 
%C Bogor, Indonesia 
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/18404/ 
%X Albar penyuluh Desa Teteuri, dan Dian penyuluh Desa Arusu, merasa kagum saat Edi, petani andalan Kelompok Balik Mata, Desa Tulak Tallu, yang sudah bertani agroforestri sejak lama bersama anggota kelompoknya terus mempertahankan aneka tanaman pepohonan sebagai tanaman sela di kebunnya. Hal ini dikarenakan panen kakao yang dahulu bagus, namun sekarangmengalami penurunan. Untuk itu sistem pertanian agroforestri yang memang sudah diterapkan sejak dulu, membuat kelompok tani Desa Tulak Tallu terus mempertahankan guna mendapatkan penghasilan tambahan. Contohnya dari hasil penjualan durian, langsat, aren dan pisang. Jafar, petani dampingan juga menanam pisang dan cabai diantara tanaman kakao. Ia disarankan oleh para penyuluh untuk menanam tanaman berbasis kayu. Namun belum diterapkan karena khawatir ketika besar dan siap ditebang akan merusak tanaman kakao, sehingga mereka tetap memilih tanaman seperti durian dan jengkol. 
%K agroforestry 
%K cocoa 
%K small scale farming 
    Publisher

    World Agroforestry (ICRAF): Bogor, Indonesia

    Publication year

    2022

    Authors

    Achmad, S.A.; Ilyas; Hamdan; Megasari

    Language

    Indonesian

    Keywords

    agroforestry, cocoa, small scale farming

    Geographic

    Indonesia