Pendekatan pelatihan ini menekankan keterlibatan langsung di lapangan, memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan yang efektif. Sebagai bentuk inovasi, program ini dilengkapi dengan tiga media pembelajaran utama: pembuatan papan simulasi agroforestri kakao, pembuatan simulasi penutupan tanah untuk mengatasi erosi, dan pembangunan Kebun Belajar Agroforestri Kakao sebagai sarana praktik dan kolaborasi. Inovasi-inovasi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap konsep agroforestri, memperkuat penerapan teknik budidaya berkelanjutan, dan mendorong peningkatan produktivitas kebun secara berkelanjutan.
This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
RIS (.ris)
TI - Peningkatan kapasitas petani kakao di Kabupaten Luwu Utara
AU - Martini, E.
AU - Hafid, H.
AU - Hestiawan, M.S.
AU - Achmad, S.A.
AU - Ilyas
AU - Megasari
AU - Hamdan
AU - Niong, F.P.
AB - Pelatihan agroforestri kakao ini mencakup empat topik utama, masing-masing diikuti oleh jumlah petani yang bervariasi, dengan peserta terbanyak berasal dari Cluster 7. Setiap topik dilaksanakan selama 2–3 bulan, disertai pendampingan intensif oleh petani andalan dan penyuluh terpilih yang telah memiliki pengalaman minimal dalam pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dan agroforestri kakao dari SFITAL Kakao.
Pendekatan pelatihan ini menekankan keterlibatan langsung di lapangan, memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan yang efektif. Sebagai bentuk inovasi, program ini dilengkapi dengan tiga media pembelajaran utama: pembuatan papan simulasi agroforestri kakao, pembuatan simulasi penutupan tanah untuk mengatasi erosi, dan pembangunan Kebun Belajar Agroforestri Kakao sebagai sarana praktik dan kolaborasi. Inovasi-inovasi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap konsep agroforestri, memperkuat penerapan teknik budidaya berkelanjutan, dan mendorong peningkatan produktivitas kebun secara berkelanjutan.
PY - 2022
PB - World Agroforestry (ICRAF)
PP - Bogor, Indonesia
UR - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/18410/
KW - agroforestry, cocoa, small scale farming
ER -
Endnote (.ciw)
%T Peningkatan kapasitas petani kakao di Kabupaten Luwu Utara
%A Martini, E.
%A Hafid, H.
%A Hestiawan, M.S.
%A Achmad, S.A.
%A Ilyas
%A Megasari
%A Hamdan
%A Niong, F.P.
%D 2022
%I World Agroforestry (ICRAF)
%C Bogor, Indonesia
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/18410/
%X Pelatihan agroforestri kakao ini mencakup empat topik utama, masing-masing diikuti oleh jumlah petani yang bervariasi, dengan peserta terbanyak berasal dari Cluster 7. Setiap topik dilaksanakan selama 2–3 bulan, disertai pendampingan intensif oleh petani andalan dan penyuluh terpilih yang telah memiliki pengalaman minimal dalam pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dan agroforestri kakao dari SFITAL Kakao.
Pendekatan pelatihan ini menekankan keterlibatan langsung di lapangan, memastikan transfer pengetahuan dan keterampilan yang efektif. Sebagai bentuk inovasi, program ini dilengkapi dengan tiga media pembelajaran utama: pembuatan papan simulasi agroforestri kakao, pembuatan simulasi penutupan tanah untuk mengatasi erosi, dan pembangunan Kebun Belajar Agroforestri Kakao sebagai sarana praktik dan kolaborasi. Inovasi-inovasi ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap konsep agroforestri, memperkuat penerapan teknik budidaya berkelanjutan, dan mendorong peningkatan produktivitas kebun secara berkelanjutan.
%K agroforestry
%K cocoa
%K small scale farming
Publisher
World Agroforestry (ICRAF): Bogor, Indonesia
Publication year
2022
Authors
Martini, E.; Hafid, H.; Hestiawan, M.S.; Achmad, S.A.; Ilyas; Megasari; Hamdan; Niong, F.P.
Language
Indonesian
Keywords
agroforestry, cocoa, small scale farming
Geographic
Indonesia








