CIFOR–ICRAF publishes over 750 publications every year on agroforestry, forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy and much more – in multiple languages.

Panduan Pemantauan dan Evaluasi Perubahan Perilaku Pekebun Kakao dalam Implementasi Agroforestri

Panduan Pemantauan dan Evaluasi Perubahan Perilaku Pekebun Kakao dalam Implementasi Agroforestri
Dalam konteks pengembangan kakao berkelanjutan, salah satu hal yang dapat diterapkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh pekebun kakao adalah meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan agroforestri pada kebunnya. Dalam sistem agroforestri, tanaman kakao dicampur dengan tanaman lain seperti tanaman buah-buahan (pisang, durian, kelapa, nangka, dan lainnya), tanaman kayu (mahoni, tembusu, jabon dan lainnya), tanaman penaung (dadap gamal), termasuk tanaman tahan naungan (jahe, kapulaga). Dengan adanya tanaman lain dalam kebun kakao, pekebun kakao akan memiliki variasi sumber pendapatan sehingga memberikan keuntungan secara ekonomi. Selain keuntungan ekonomi, pohon yang terintegrasi dalam sistem agroforesti dapat bermanfaat dalam simpanan karbon, peningkatan kesuburan tanah, mengurangi hama dan penyakit dan mampu menyiapkan kebun kakao yang dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim.

This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
TI  - Panduan Pemantauan dan Evaluasi Perubahan Perilaku Pekebun Kakao dalam Implementasi Agroforestri 
AU  - Zulvianita, D. 
AU  - Lusiana, B. 
AU  - Isnurdiansyah 
AU  - Bodro, D.K. 
AU  - Leimona., B. 
AB  - Dalam konteks pengembangan kakao berkelanjutan, salah satu hal yang dapat diterapkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh pekebun kakao adalah meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan agroforestri pada kebunnya. Dalam sistem agroforestri, tanaman kakao dicampur dengan tanaman lain seperti tanaman buah-buahan (pisang, durian, kelapa, nangka, dan lainnya), tanaman kayu (mahoni, tembusu, jabon dan lainnya), tanaman penaung (dadap gamal), termasuk tanaman tahan naungan (jahe, kapulaga). Dengan adanya tanaman lain dalam kebun kakao, pekebun kakao akan memiliki variasi sumber pendapatan sehingga memberikan keuntungan secara ekonomi. Selain keuntungan ekonomi, pohon yang terintegrasi dalam sistem agroforesti dapat bermanfaat dalam simpanan karbon, peningkatan kesuburan tanah, mengurangi hama dan penyakit dan mampu menyiapkan kebun kakao yang dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim. 
PY  - 2022 
PB  - World Agroforestry (ICRAF) 
PP  - Bogor, Indonesia 
UR  - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/25382/ 
KW  - agroforestry, cocoa, farming systems, small scale farming 
ER  -
%T Panduan Pemantauan dan Evaluasi Perubahan Perilaku Pekebun Kakao dalam Implementasi Agroforestri 
%A Zulvianita, D. 
%A Lusiana, B. 
%A Isnurdiansyah 
%A Bodro, D.K. 
%A Leimona., B. 
%D 2022 
%I World Agroforestry (ICRAF) 
%C Bogor, Indonesia 
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/25382/ 
%X Dalam konteks pengembangan kakao berkelanjutan, salah satu hal yang dapat diterapkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh pekebun kakao adalah meningkatkan kemampuan mereka dalam menerapkan agroforestri pada kebunnya. Dalam sistem agroforestri, tanaman kakao dicampur dengan tanaman lain seperti tanaman buah-buahan (pisang, durian, kelapa, nangka, dan lainnya), tanaman kayu (mahoni, tembusu, jabon dan lainnya), tanaman penaung (dadap gamal), termasuk tanaman tahan naungan (jahe, kapulaga). Dengan adanya tanaman lain dalam kebun kakao, pekebun kakao akan memiliki variasi sumber pendapatan sehingga memberikan keuntungan secara ekonomi. Selain keuntungan ekonomi, pohon yang terintegrasi dalam sistem agroforesti dapat bermanfaat dalam simpanan karbon, peningkatan kesuburan tanah, mengurangi hama dan penyakit dan mampu menyiapkan kebun kakao yang dapat beradaptasi terhadap perubahan iklim. 
%K agroforestry 
%K cocoa 
%K farming systems 
%K small scale farming