CIFOR–ICRAF publishes over 750 publications every year on agroforestry, forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy and much more – in multiple languages.

Jati Sumber Peningkatan Penghidupan Petani Skala Kecil

Jati Sumber Peningkatan Penghidupan Petani Skala Kecil
Jati (Tectona grandis ) adalah kayu daerah tropis yang memiliki mutu tinggi. Jati pada umumnya digunakan sebagai bahan pertukangan, mebel dan bahan bangunan. Persebaran jati berada di India, Myanmar, Kamboja, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia persebaran jati berada di wilayah Jawa, Sulawesi, Maluku dan Kepulauan Nusa Tenggara. Jati diperkirakan pertama kali diperkenalkan di Pulau Jawa pada abad kedua oleh penyebar agama hindu. Perkebunan jati pertama dipercaya berlokasi di Bojonegoro dan Madiun pada abad ke 13. Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan perkebunan jati dengan pengelolaan yang baik di Pulau Jawa pada akhir abad 19. Pada tahun 1963, pemerintah memberikan tanggung jawab pengelolaan perkebunan jati negara kepada Perusahaan Hutan Indonesia (Perhutani).

This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
TI  - Jati Sumber Peningkatan Penghidupan Petani Skala Kecil 
AU  - Tanika, L. 
AU  - Amaruzaman, S. 
AU  - Rahayu, S. 
AU  - Pambudi, S. 
AU  - Hendrawan, D.C.P. 
AU  - Leimona, B. 
AU  - de Royer, S. 
AU  - Mulyoutami, E. 
AU  - Awalina, D. 
AU  - Arifin, B. 
AU  - Yasmin, F. 
AU  - Hasan, F. 
AU  - Agusta, H. 
AU  - Sprang, P. 
AU  - Jaffee, S. 
AU  - Frias, J. 
AU  - Atikah, T. 
AU  - Utami, D. 
AU  - Agustina, Y. 
AU  - Mitakda, 
AB  - Jati (Tectona grandis ) adalah kayu daerah tropis yang memiliki mutu tinggi. Jati pada umumnya digunakan sebagai bahan pertukangan, mebel dan bahan bangunan. Persebaran jati berada di India, Myanmar, Kamboja, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia persebaran jati berada di wilayah Jawa, Sulawesi, Maluku dan Kepulauan Nusa Tenggara. Jati diperkirakan pertama kali diperkenalkan di Pulau Jawa pada abad kedua oleh penyebar agama hindu. Perkebunan jati pertama dipercaya berlokasi di Bojonegoro dan Madiun pada abad ke 13. Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan perkebunan jati dengan pengelolaan yang baik di Pulau Jawa pada akhir abad 19. Pada tahun 1963, pemerintah memberikan tanggung jawab pengelolaan perkebunan jati negara kepada Perusahaan Hutan Indonesia (Perhutani). 
PY  - 2015 
PB  - World Agroforestry (ICRAF) 
PP  - Bogor, Indonesia 
UR  - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/27407/ 
KW  - curriculum 
ER  -
%T Jati Sumber Peningkatan Penghidupan Petani Skala Kecil 
%A Tanika, L. 
%A Amaruzaman, S. 
%A Rahayu, S. 
%A Pambudi, S. 
%A Hendrawan, D.C.P. 
%A Leimona, B. 
%A de Royer, S. 
%A Mulyoutami, E. 
%A Awalina, D. 
%A Arifin, B. 
%A Yasmin, F. 
%A Hasan, F. 
%A Agusta, H. 
%A Sprang, P. 
%A Jaffee, S. 
%A Frias, J. 
%A Atikah, T. 
%A Utami, D. 
%A Agustina, Y. 
%A Mitakda, 
%D 2015 
%I World Agroforestry (ICRAF) 
%C Bogor, Indonesia 
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/27407/ 
%X Jati (Tectona grandis ) adalah kayu daerah tropis yang memiliki mutu tinggi. Jati pada umumnya digunakan sebagai bahan pertukangan, mebel dan bahan bangunan. Persebaran jati berada di India, Myanmar, Kamboja, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia persebaran jati berada di wilayah Jawa, Sulawesi, Maluku dan Kepulauan Nusa Tenggara. Jati diperkirakan pertama kali diperkenalkan di Pulau Jawa pada abad kedua oleh penyebar agama hindu. Perkebunan jati pertama dipercaya berlokasi di Bojonegoro dan Madiun pada abad ke 13. Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan perkebunan jati dengan pengelolaan yang baik di Pulau Jawa pada akhir abad 19. Pada tahun 1963, pemerintah memberikan tanggung jawab pengelolaan perkebunan jati negara kepada Perusahaan Hutan Indonesia (Perhutani). 
%K curriculum