CIFOR–ICRAF publishes over 750 publications every year on agroforestry, forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy and much more – in multiple languages.

Rencana Restorasi hutan dan bentang lahan Tahura, Sultan Thaha Syaifuddin

Rencana Restorasi hutan dan bentang lahan Tahura, Sultan Thaha Syaifuddin
Tujuan utama pengelolaan TAHURA STS adalah konservasi flasma nutfah dan pelestarian lingkungan, koleksi tumbuhan dan satwa alami, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, pariwisata dan rekreasi alam. Kayu Bulian (Eusideroxylon Zwageri Teijsm & Binn) menjadi salah satu tumbuhan endemik yang penting untuk dipertahankan dan dilestarikan. Keberadaaanya sudah langka yang hanya ditemukan dibeberapa tempat tertentu di dunia seperti Sumatera, Kalimantan, Malaysia dan Filipina. Akses menuju Tahura STS - Senami dapat dijangkau menggunakan sarana transportasi darat. Konsep pengelolaan Tahura dijalankan secara kolaboratif bersama para pihak terkait. TAHURA STS merupakan habitat alami pohon bulian/ulin atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri), jelutung, dan meranti. Selain Flora, kawasan ini juga merupakan habitat alami dari fauna seperti; Beruang Madu (Helarctos malayanus), Kancil (Tragulus napu), Elang Ular Bido (Spilornis cheela), dan juga harimau sumatera (Panthera tigris sumatrensis) masih dapat ditemui didalam kawasan hutan.

This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
TI  - Rencana Restorasi hutan dan bentang lahan Tahura, Sultan Thaha Syaifuddin 
AU  - Sofiyuddin, M. 
AU  - Joni, A. 
AU  - Mufida, A. 
AU  - Pandiwijaya, A. 
AU  - Aksomo, H. 
AU  - Rahayu, S. 
AU  - Jasnari 
AU  - Yuzhar, A. 
AU  - Ekadinata, A. 
AB  - Tujuan utama pengelolaan TAHURA STS adalah konservasi flasma nutfah dan pelestarian lingkungan, koleksi tumbuhan dan satwa alami, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, pariwisata dan rekreasi alam. Kayu Bulian (Eusideroxylon Zwageri Teijsm & Binn) menjadi salah satu tumbuhan endemik yang penting untuk dipertahankan dan dilestarikan. Keberadaaanya sudah langka yang hanya ditemukan dibeberapa tempat tertentu di dunia seperti Sumatera, Kalimantan, Malaysia dan Filipina. Akses menuju Tahura STS - Senami dapat dijangkau menggunakan sarana transportasi darat. Konsep pengelolaan Tahura dijalankan secara kolaboratif bersama para pihak terkait. TAHURA STS merupakan habitat alami pohon bulian/ulin atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri), jelutung, dan meranti. Selain Flora, kawasan ini juga merupakan habitat alami dari fauna seperti; Beruang Madu (Helarctos malayanus), Kancil (Tragulus napu), Elang Ular Bido (Spilornis cheela), dan juga harimau sumatera (Panthera tigris sumatrensis) masih dapat ditemui didalam kawasan hutan. 
PY  - 2016 
PB  - World Agroforestry (ICRAF) 
PP  - Bogor, Indonesia 
UR  - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/27613/ 
ER  -
%T Rencana Restorasi hutan dan bentang lahan Tahura, Sultan Thaha Syaifuddin 
%A Sofiyuddin, M. 
%A Joni, A. 
%A Mufida, A. 
%A Pandiwijaya, A. 
%A Aksomo, H. 
%A Rahayu, S. 
%A Jasnari 
%A Yuzhar, A. 
%A Ekadinata, A. 
%D 2016 
%I World Agroforestry (ICRAF) 
%C Bogor, Indonesia 
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/27613/ 
%X Tujuan utama pengelolaan TAHURA STS adalah konservasi flasma nutfah dan pelestarian lingkungan, koleksi tumbuhan dan satwa alami, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, kebudayaan, pariwisata dan rekreasi alam. Kayu Bulian (Eusideroxylon Zwageri Teijsm & Binn) menjadi salah satu tumbuhan endemik yang penting untuk dipertahankan dan dilestarikan. Keberadaaanya sudah langka yang hanya ditemukan dibeberapa tempat tertentu di dunia seperti Sumatera, Kalimantan, Malaysia dan Filipina. Akses menuju Tahura STS - Senami dapat dijangkau menggunakan sarana transportasi darat. Konsep pengelolaan Tahura dijalankan secara kolaboratif bersama para pihak terkait. TAHURA STS merupakan habitat alami pohon bulian/ulin atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri), jelutung, dan meranti. Selain Flora, kawasan ini juga merupakan habitat alami dari fauna seperti; Beruang Madu (Helarctos malayanus), Kancil (Tragulus napu), Elang Ular Bido (Spilornis cheela), dan juga harimau sumatera (Panthera tigris sumatrensis) masih dapat ditemui didalam kawasan hutan.