Dokumen ini mengintegrasikan kebijakan pemerintah daerah dengan prinsip keberlanjutan, mencakup lima strategi utama: perbaikan rantai pasok, alokasi lahan berkelanjutan, peningkatan akses petani terhadap modal penghidupan, diversifikasi produk, serta insentif jasa ekosistem. Dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi multi-pihak, Peta Jalan Kakao Lestari bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat daya tahan sektor kakao terhadap ancaman lingkungan, dan memastikan keberlanjutan produksi kakao dalam jangka panjang.
This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
RIS (.ris)
TI - Peta Jalan Kakao Lestari Kabupaten Luwu Utara. Pendekatan juridiksi dalam perencanaan komoditas berkelanjutan
AU - Benita, T.
AU - Laksemi, N.P.
AU - Pandiwijaya, A.
AU - Johana, F.
AB - Kabupaten Luwu Utara merupakan salah satu sentra produksi kakao terbesar di Sulawesi Selatan. Namun, luas perkebunan kakao mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir akibat hama, penyakit, dan perubahan tata guna lahan. Untuk mengatasi tantangan ini, Peta Jalan Kakao Lestari disusun sebagai strategi pengelolaan kakao yang berkelanjutan dengan pendekatan yurisdiksi.
Dokumen ini mengintegrasikan kebijakan pemerintah daerah dengan prinsip keberlanjutan, mencakup lima strategi utama: perbaikan rantai pasok, alokasi lahan berkelanjutan, peningkatan akses petani terhadap modal penghidupan, diversifikasi produk, serta insentif jasa ekosistem. Dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi multi-pihak, Peta Jalan Kakao Lestari bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat daya tahan sektor kakao terhadap ancaman lingkungan, dan memastikan keberlanjutan produksi kakao dalam jangka panjang.
PY - 2024
PB - World Agroforestry (ICRAF)
PP - Bogor, Indonesia
UR - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/38041/
KW - agroforestry, climate-smart agriculture, cocoa, land use planning, smallholders, sustainable agriculture, value chains
ER -
Endnote (.ciw)
%T Peta Jalan Kakao Lestari Kabupaten Luwu Utara. Pendekatan juridiksi dalam perencanaan komoditas berkelanjutan
%A Benita, T.
%A Laksemi, N.P.
%A Pandiwijaya, A.
%A Johana, F.
%D 2024
%I World Agroforestry (ICRAF)
%C Bogor, Indonesia
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/38041/
%X Kabupaten Luwu Utara merupakan salah satu sentra produksi kakao terbesar di Sulawesi Selatan. Namun, luas perkebunan kakao mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir akibat hama, penyakit, dan perubahan tata guna lahan. Untuk mengatasi tantangan ini, Peta Jalan Kakao Lestari disusun sebagai strategi pengelolaan kakao yang berkelanjutan dengan pendekatan yurisdiksi.
Dokumen ini mengintegrasikan kebijakan pemerintah daerah dengan prinsip keberlanjutan, mencakup lima strategi utama: perbaikan rantai pasok, alokasi lahan berkelanjutan, peningkatan akses petani terhadap modal penghidupan, diversifikasi produk, serta insentif jasa ekosistem. Dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi multi-pihak, Peta Jalan Kakao Lestari bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat daya tahan sektor kakao terhadap ancaman lingkungan, dan memastikan keberlanjutan produksi kakao dalam jangka panjang.
%K agroforestry
%K climate-smart agriculture
%K cocoa
%K land use planning
%K smallholders
%K sustainable agriculture
%K value chains
Publisher
World Agroforestry (ICRAF): Bogor, Indonesia
Publication year
2024
Authors
Benita, T.; Laksemi, N.P.; Pandiwijaya, A.; Johana, F.
Language
Indonesian
Keywords
agroforestry, climate-smart agriculture, cocoa, land use planning, smallholders, sustainable agriculture, value chains
Geographic
Indonesia








