This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
RIS (.ris)
TI - Menghijaukan Anggaran Desa: TAKE 2025 dan peluang emas agroforestri kakao
AU - Erlangga
AU - Benita, T.
AU - Prasetyo, A.
AU - Cahyadi, I.
AU - Mallawa, S.
AU - Nakicah
AU - Fatimah, S.
AU - Baso, N.
AU - Achmad, S.A.
AU - Johana, F.
AU - Lusiana, B.
AB - Pembaruan skema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) di Luwu Utara pada tahun 2025 mencerminkan langkah strategis dalam mengintegrasikan tujuan ekologi ke dalam alokasi dana desa berbasis kinerja. Skema ini semakin menguat dengan indikator lingkungan yang lebih terstruktur, seperti rehabilitasi lahan, agroforestri, dan pengembangan komoditas unggulan desa.
Meskipun tidak menyebut kakao secara langsung, TAKE mendorong praktik agroforestri kakao yang selaras dengan pendekatan program Sustainable Farming in Tropical Asian Landscapes (SFITAL). Program ini berkontribusi melalui pelatihan petani, penyusunan regulasi desa, dan penguatan kelompok tani agroforestri yang mendukung ketahanan iklim dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Tiga desa binaan SFITAL—Salama, Tullak Tallu, dan Pararra—termasuk dalam daftar desa penerima insentif berbasis kinerja. Brief ini mengulas proses pembaruan, keterkaitan dengan ekonomi hijau, serta rekomendasi pengembangan lanjutan TAKE sebagai instrumen kebijakan pembangunan desa berkelanjutan.
PY - 2025
PB - World Agroforestry (ICRAF)
PP - Bogor, Indonesia
UR - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45671/
KW - agroforestry, cocoa, economic impact, financing
ER -
Endnote (.ciw)
%T Menghijaukan Anggaran Desa: TAKE 2025 dan peluang emas agroforestri kakao
%A Erlangga
%A Benita, T.
%A Prasetyo, A.
%A Cahyadi, I.
%A Mallawa, S.
%A Nakicah
%A Fatimah, S.
%A Baso, N.
%A Achmad, S.A.
%A Johana, F.
%A Lusiana, B.
%D 2025
%I World Agroforestry (ICRAF)
%C Bogor, Indonesia
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45671/
%X Pembaruan skema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) di Luwu Utara pada tahun 2025 mencerminkan langkah strategis dalam mengintegrasikan tujuan ekologi ke dalam alokasi dana desa berbasis kinerja. Skema ini semakin menguat dengan indikator lingkungan yang lebih terstruktur, seperti rehabilitasi lahan, agroforestri, dan pengembangan komoditas unggulan desa.
Meskipun tidak menyebut kakao secara langsung, TAKE mendorong praktik agroforestri kakao yang selaras dengan pendekatan program Sustainable Farming in Tropical Asian Landscapes (SFITAL). Program ini berkontribusi melalui pelatihan petani, penyusunan regulasi desa, dan penguatan kelompok tani agroforestri yang mendukung ketahanan iklim dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Tiga desa binaan SFITAL—Salama, Tullak Tallu, dan Pararra—termasuk dalam daftar desa penerima insentif berbasis kinerja. Brief ini mengulas proses pembaruan, keterkaitan dengan ekonomi hijau, serta rekomendasi pengembangan lanjutan TAKE sebagai instrumen kebijakan pembangunan desa berkelanjutan.
%K agroforestry
%K cocoa
%K economic impact
%K financing
Publisher
World Agroforestry (ICRAF): Bogor, Indonesia
Publication year
2025
Authors
Erlangga; Benita, T.; Prasetyo, A.; Cahyadi, I.; Mallawa, S.; Nakicah; Fatimah, S.; Baso, N.; Achmad, S.A.; Johana, F.; Lusiana, B.
Language
Indonesian
Keywords
agroforestry, cocoa, economic impact, financing
Geographic
Indonesia








