CIFOR–ICRAF publishes over 750 publications every year on agroforestry, forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy and much more – in multiple languages.

Menghijaukan Anggaran Desa: TAKE 2025 dan peluang emas agroforestri kakao

Menghijaukan Anggaran Desa: TAKE 2025 dan peluang emas agroforestri kakao
Pembaruan skema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) di Luwu Utara pada tahun 2025 mencerminkan langkah strategis dalam mengintegrasikan tujuan ekologi ke dalam alokasi dana desa berbasis kinerja. Skema ini semakin menguat dengan indikator lingkungan yang lebih terstruktur, seperti rehabilitasi lahan, agroforestri, dan pengembangan komoditas unggulan desa. Meskipun tidak menyebut kakao secara langsung, TAKE mendorong praktik agroforestri kakao yang selaras dengan pendekatan program Sustainable Farming in Tropical Asian Landscapes (SFITAL). Program ini berkontribusi melalui pelatihan petani, penyusunan regulasi desa, dan penguatan kelompok tani agroforestri yang mendukung ketahanan iklim dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Tiga desa binaan SFITAL—Salama, Tullak Tallu, dan Pararra—termasuk dalam daftar desa penerima insentif berbasis kinerja. Brief ini mengulas proses pembaruan, keterkaitan dengan ekonomi hijau, serta rekomendasi pengembangan lanjutan TAKE sebagai instrumen kebijakan pembangunan desa berkelanjutan.

This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
TI  - Menghijaukan Anggaran Desa: TAKE 2025 dan peluang emas agroforestri kakao 
AU  - Erlangga 
AU  - Benita, T. 
AU  - Prasetyo, A. 
AU  - Cahyadi, I. 
AU  - Mallawa, S. 
AU  - Nakicah 
AU  - Fatimah, S. 
AU  - Baso, N. 
AU  - Achmad, S.A. 
AU  - Johana, F. 
AU  - Lusiana, B. 
AB  - Pembaruan skema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) di Luwu Utara pada tahun 2025 mencerminkan langkah strategis dalam mengintegrasikan tujuan ekologi ke dalam alokasi dana desa berbasis kinerja. Skema ini semakin menguat dengan indikator lingkungan yang lebih terstruktur, seperti rehabilitasi lahan, agroforestri, dan pengembangan komoditas unggulan desa.
Meskipun tidak menyebut kakao secara langsung, TAKE mendorong praktik agroforestri kakao yang selaras dengan pendekatan program Sustainable Farming in Tropical Asian Landscapes (SFITAL). Program ini berkontribusi melalui pelatihan petani, penyusunan regulasi desa, dan penguatan kelompok tani agroforestri yang mendukung ketahanan iklim dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Tiga desa binaan SFITAL—Salama, Tullak Tallu, dan Pararra—termasuk dalam daftar desa penerima insentif berbasis kinerja. Brief ini mengulas proses pembaruan, keterkaitan dengan ekonomi hijau, serta rekomendasi pengembangan lanjutan TAKE sebagai instrumen kebijakan pembangunan desa berkelanjutan. 
PY  - 2025 
PB  - World Agroforestry (ICRAF) 
PP  - Bogor, Indonesia 
UR  - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45671/ 
KW  - agroforestry, cocoa, economic impact, financing 
ER  -
%T Menghijaukan Anggaran Desa: TAKE 2025 dan peluang emas agroforestri kakao 
%A Erlangga 
%A Benita, T. 
%A Prasetyo, A. 
%A Cahyadi, I. 
%A Mallawa, S. 
%A Nakicah 
%A Fatimah, S. 
%A Baso, N. 
%A Achmad, S.A. 
%A Johana, F. 
%A Lusiana, B. 
%D 2025 
%I World Agroforestry (ICRAF) 
%C Bogor, Indonesia 
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45671/ 
%X Pembaruan skema Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE) di Luwu Utara pada tahun 2025 mencerminkan langkah strategis dalam mengintegrasikan tujuan ekologi ke dalam alokasi dana desa berbasis kinerja. Skema ini semakin menguat dengan indikator lingkungan yang lebih terstruktur, seperti rehabilitasi lahan, agroforestri, dan pengembangan komoditas unggulan desa.
Meskipun tidak menyebut kakao secara langsung, TAKE mendorong praktik agroforestri kakao yang selaras dengan pendekatan program Sustainable Farming in Tropical Asian Landscapes (SFITAL). Program ini berkontribusi melalui pelatihan petani, penyusunan regulasi desa, dan penguatan kelompok tani agroforestri yang mendukung ketahanan iklim dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Tiga desa binaan SFITAL—Salama, Tullak Tallu, dan Pararra—termasuk dalam daftar desa penerima insentif berbasis kinerja. Brief ini mengulas proses pembaruan, keterkaitan dengan ekonomi hijau, serta rekomendasi pengembangan lanjutan TAKE sebagai instrumen kebijakan pembangunan desa berkelanjutan. 
%K agroforestry 
%K cocoa 
%K economic impact 
%K financing