CIFOR–ICRAF publishes over 750 publications every year on agroforestry, forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy and much more – in multiple languages.

Selayang pandang mengenai Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara

Selayang pandang mengenai Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara
Pengembangan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Labuhanbatu Utara masih menghadapi tantangan besar. Infrastruktur perkebunan belum memadai, alih fungsi lahan, serta keberadaan sawit di luar zona peruntukan menimbulkan masalah tata ruang dan produktivitas. Risiko kebakaran, pengelolaan gambut yang lemah, serta terbatasnya bibit unggul memperburuk kondisi.
Sementara itu, banyak tanaman sawit sudah tua, Good Agricultural Practices (GAP) belum terstandar, dan pencurian hasil kebun masih terjadi. Konflik lahan, kurangnya data pekebun rakyat, lemahnya pengawasan lingkungan, serta minimnya kolaborasi multipihak semakin memperkuat urgensi perbaikan tata kelola. Upaya peremajaan, standardisasi GAP, dan penguatan sinergi antar pihak menjadi kunci dalam mendorong sawit berkelanjutan di wilayah ini.

This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
TI  - Selayang pandang mengenai Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara 
AU  - Tim Sekretariat Penyusun RAD KSB 
AB  - Pengembangan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Labuhanbatu Utara masih menghadapi tantangan besar. Infrastruktur perkebunan belum memadai, alih fungsi lahan, serta keberadaan sawit di luar zona peruntukan menimbulkan masalah tata ruang dan produktivitas. Risiko kebakaran, pengelolaan gambut yang lemah, serta terbatasnya bibit unggul memperburuk kondisi.
Sementara itu, banyak tanaman sawit sudah tua, Good Agricultural Practices (GAP) belum terstandar, dan pencurian hasil kebun masih terjadi. Konflik lahan, kurangnya data pekebun rakyat, lemahnya pengawasan lingkungan, serta minimnya kolaborasi multipihak semakin memperkuat urgensi perbaikan tata kelola. Upaya peremajaan, standardisasi GAP, dan penguatan sinergi antar pihak menjadi kunci dalam mendorong sawit berkelanjutan di wilayah ini. 
PY  - 2025 
PB  - World Agroforestry (ICRAF) 
PP  - Bogor, Indonesia 
UR  - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45681/ 
KW  - agroforestry, governance, land tenure, land use, oil palms, sustainable agriculture 
ER  -
%T Selayang pandang mengenai Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara 
%A Tim Sekretariat Penyusun RAD KSB 
%D 2025 
%I World Agroforestry (ICRAF) 
%C Bogor, Indonesia 
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45681/ 
%X Pengembangan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Labuhanbatu Utara masih menghadapi tantangan besar. Infrastruktur perkebunan belum memadai, alih fungsi lahan, serta keberadaan sawit di luar zona peruntukan menimbulkan masalah tata ruang dan produktivitas. Risiko kebakaran, pengelolaan gambut yang lemah, serta terbatasnya bibit unggul memperburuk kondisi.
Sementara itu, banyak tanaman sawit sudah tua, Good Agricultural Practices (GAP) belum terstandar, dan pencurian hasil kebun masih terjadi. Konflik lahan, kurangnya data pekebun rakyat, lemahnya pengawasan lingkungan, serta minimnya kolaborasi multipihak semakin memperkuat urgensi perbaikan tata kelola. Upaya peremajaan, standardisasi GAP, dan penguatan sinergi antar pihak menjadi kunci dalam mendorong sawit berkelanjutan di wilayah ini. 
%K agroforestry 
%K governance 
%K land tenure 
%K land use 
%K oil palms 
%K sustainable agriculture 
    Publisher

    World Agroforestry (ICRAF): Bogor, Indonesia

    Publication year

    2025

    Authors

    Tim Sekretariat Penyusun RAD KSB

    Language

    Indonesian

    Keywords

    agroforestry, governance, land tenure, land use, oil palms, sustainable agriculture

    Geographic

    Indonesia