Sementara itu, banyak tanaman sawit sudah tua, Good Agricultural Practices (GAP) belum terstandar, dan pencurian hasil kebun masih terjadi. Konflik lahan, kurangnya data pekebun rakyat, lemahnya pengawasan lingkungan, serta minimnya kolaborasi multipihak semakin memperkuat urgensi perbaikan tata kelola. Upaya peremajaan, standardisasi GAP, dan penguatan sinergi antar pihak menjadi kunci dalam mendorong sawit berkelanjutan di wilayah ini.
This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
RIS (.ris)
TI - Selayang pandang mengenai Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara
AU - Tim Sekretariat Penyusun RAD KSB
AB - Pengembangan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Labuhanbatu Utara masih menghadapi tantangan besar. Infrastruktur perkebunan belum memadai, alih fungsi lahan, serta keberadaan sawit di luar zona peruntukan menimbulkan masalah tata ruang dan produktivitas. Risiko kebakaran, pengelolaan gambut yang lemah, serta terbatasnya bibit unggul memperburuk kondisi.
Sementara itu, banyak tanaman sawit sudah tua, Good Agricultural Practices (GAP) belum terstandar, dan pencurian hasil kebun masih terjadi. Konflik lahan, kurangnya data pekebun rakyat, lemahnya pengawasan lingkungan, serta minimnya kolaborasi multipihak semakin memperkuat urgensi perbaikan tata kelola. Upaya peremajaan, standardisasi GAP, dan penguatan sinergi antar pihak menjadi kunci dalam mendorong sawit berkelanjutan di wilayah ini.
PY - 2025
PB - World Agroforestry (ICRAF)
PP - Bogor, Indonesia
UR - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45681/
KW - agroforestry, governance, land tenure, land use, oil palms, sustainable agriculture
ER -
Endnote (.ciw)
%T Selayang pandang mengenai Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara
%A Tim Sekretariat Penyusun RAD KSB
%D 2025
%I World Agroforestry (ICRAF)
%C Bogor, Indonesia
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45681/
%X Pengembangan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Labuhanbatu Utara masih menghadapi tantangan besar. Infrastruktur perkebunan belum memadai, alih fungsi lahan, serta keberadaan sawit di luar zona peruntukan menimbulkan masalah tata ruang dan produktivitas. Risiko kebakaran, pengelolaan gambut yang lemah, serta terbatasnya bibit unggul memperburuk kondisi.
Sementara itu, banyak tanaman sawit sudah tua, Good Agricultural Practices (GAP) belum terstandar, dan pencurian hasil kebun masih terjadi. Konflik lahan, kurangnya data pekebun rakyat, lemahnya pengawasan lingkungan, serta minimnya kolaborasi multipihak semakin memperkuat urgensi perbaikan tata kelola. Upaya peremajaan, standardisasi GAP, dan penguatan sinergi antar pihak menjadi kunci dalam mendorong sawit berkelanjutan di wilayah ini.
%K agroforestry
%K governance
%K land tenure
%K land use
%K oil palms
%K sustainable agriculture
Publisher
World Agroforestry (ICRAF): Bogor, Indonesia
Publication year
2025
Authors
Tim Sekretariat Penyusun RAD KSB
Language
Indonesian
Keywords
agroforestry, governance, land tenure, land use, oil palms, sustainable agriculture
Geographic
Indonesia








