Namun, belum ada lembaga yang secara khusus mengintegrasikan isu gender dan generasi muda dalam kebijakan atau program yang berfokus pada agroforestri kelapa sawit. Kondisi ini menunjukkan adanya celah kebijakan sekaligus peluang strategis. Melalui koordinasi dan kolaborasi antarlembaga, pengembangan kebijakan atau program agroforestri kelapa sawit yang lebih inklusif dan berkeadilan dapat didorong untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan lanskap.
This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
RIS (.ris)
TI - Menuju pembangunan kelapa sawit berkelanjutan yang inklusif. Peran lembaga dalam libatkan gender dan generasi muda
AU - Widyaningsih, T.S.
AU - Sanudin
AU - Fauziyah, E.
AU - Widiyanto, A.
AU - Syafii, S.
AB - Studi yang melibatkan informan dari 37 lembaga, termasuk pemerintah kabupaten, provinsi, pusat, lembaga pendidikan, penelitian, usaha, dan kelompok masyarakat, telah menemukan bahwa 12 lembaga telah mengakomodasi isu gender dan generasi muda dalam pengembangan agroforestri. Upaya tersebut umumnya hadir dalam bentuk kebijakan maupun program terkait agroforestri dan pengelolaan kawasan bernilai konservasi (KSB).
Namun, belum ada lembaga yang secara khusus mengintegrasikan isu gender dan generasi muda dalam kebijakan atau program yang berfokus pada agroforestri kelapa sawit. Kondisi ini menunjukkan adanya celah kebijakan sekaligus peluang strategis. Melalui koordinasi dan kolaborasi antarlembaga, pengembangan kebijakan atau program agroforestri kelapa sawit yang lebih inklusif dan berkeadilan dapat didorong untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan lanskap.
PY - 2025
PB - World Agroforestry (ICRAF)
PP - Bogor, Indonesia
UR - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45687/
KW - agroforestry, community development, environmental policies, forest conservation, gender, governance, oil palms, youth
ER -
Endnote (.ciw)
%T Menuju pembangunan kelapa sawit berkelanjutan yang inklusif. Peran lembaga dalam libatkan gender dan generasi muda
%A Widyaningsih, T.S.
%A Sanudin
%A Fauziyah, E.
%A Widiyanto, A.
%A Syafii, S.
%D 2025
%I World Agroforestry (ICRAF)
%C Bogor, Indonesia
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45687/
%X Studi yang melibatkan informan dari 37 lembaga, termasuk pemerintah kabupaten, provinsi, pusat, lembaga pendidikan, penelitian, usaha, dan kelompok masyarakat, telah menemukan bahwa 12 lembaga telah mengakomodasi isu gender dan generasi muda dalam pengembangan agroforestri. Upaya tersebut umumnya hadir dalam bentuk kebijakan maupun program terkait agroforestri dan pengelolaan kawasan bernilai konservasi (KSB).
Namun, belum ada lembaga yang secara khusus mengintegrasikan isu gender dan generasi muda dalam kebijakan atau program yang berfokus pada agroforestri kelapa sawit. Kondisi ini menunjukkan adanya celah kebijakan sekaligus peluang strategis. Melalui koordinasi dan kolaborasi antarlembaga, pengembangan kebijakan atau program agroforestri kelapa sawit yang lebih inklusif dan berkeadilan dapat didorong untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan lanskap.
%K agroforestry
%K community development
%K environmental policies
%K forest conservation
%K gender
%K governance
%K oil palms
%K youth
Publisher
World Agroforestry (ICRAF): Bogor, Indonesia
Publication year
2025
Authors
Widyaningsih, T.S.; Sanudin; Fauziyah, E.; Widiyanto, A.; Syafii, S.
Language
Indonesian
Keywords
agroforestry, community development, environmental policies, forest conservation, gender, governance, oil palms, youth
Geographic
Indonesia








