Studi di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menunjukkan bahwa meskipun telah terbentuk kelompok kerja (pokja) KSB melalui Surat Keputusan (SK) resmi, tidak semua lembaga yang tergabung memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan agroforestri atau pengelolaan KSB. Sebagian hanya berperan sebagai pendukung. Hal ini menegaskan perlunya penguatan peran strategis lembaga yang relevan agar kolaborasi yang terjalin lebih efektif dalam mendorong agroforestri sawit dan tata kelola KSB yang berkelanjutan.
This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
RIS (.ris)
TI - Sudahkah tercapai keseimbangan sosial, ekonomi dan lingkungan? Dukungan lembaga terhadap pengembangan agroforestri dan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan
AU - Widyaningsih, T.S.
AU - Sanudin
AU - Fauziyah, E.
AU - Widiyanto, A.
AU - Syafii, S.
AB - Keberhasilan pengembangan agroforestri dan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan (KSB) sangat bergantung pada dukungan berbagai lembaga, baik pemerintah, usaha, pendidikan, maupun masyarakat. Dukungan tersebut dapat berupa kebijakan, pendanaan, kolaborasi, tenaga, informasi, sarana prasarana, hingga layanan perizinan.
Studi di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menunjukkan bahwa meskipun telah terbentuk kelompok kerja (pokja) KSB melalui Surat Keputusan (SK) resmi, tidak semua lembaga yang tergabung memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan agroforestri atau pengelolaan KSB. Sebagian hanya berperan sebagai pendukung. Hal ini menegaskan perlunya penguatan peran strategis lembaga yang relevan agar kolaborasi yang terjalin lebih efektif dalam mendorong agroforestri sawit dan tata kelola KSB yang berkelanjutan.
PY - 2025
PB - World Agroforestry (ICRAF)
PP - Bogor, Indonesia
UR - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45688/
KW - agroforestry, development policies, governance, local communities, oil palms, sustainable agriculture
ER -
Endnote (.ciw)
%T Sudahkah tercapai keseimbangan sosial, ekonomi dan lingkungan? Dukungan lembaga terhadap pengembangan agroforestri dan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan
%A Widyaningsih, T.S.
%A Sanudin
%A Fauziyah, E.
%A Widiyanto, A.
%A Syafii, S.
%D 2025
%I World Agroforestry (ICRAF)
%C Bogor, Indonesia
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/45688/
%X Keberhasilan pengembangan agroforestri dan pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan (KSB) sangat bergantung pada dukungan berbagai lembaga, baik pemerintah, usaha, pendidikan, maupun masyarakat. Dukungan tersebut dapat berupa kebijakan, pendanaan, kolaborasi, tenaga, informasi, sarana prasarana, hingga layanan perizinan.
Studi di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menunjukkan bahwa meskipun telah terbentuk kelompok kerja (pokja) KSB melalui Surat Keputusan (SK) resmi, tidak semua lembaga yang tergabung memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan agroforestri atau pengelolaan KSB. Sebagian hanya berperan sebagai pendukung. Hal ini menegaskan perlunya penguatan peran strategis lembaga yang relevan agar kolaborasi yang terjalin lebih efektif dalam mendorong agroforestri sawit dan tata kelola KSB yang berkelanjutan.
%K agroforestry
%K development policies
%K governance
%K local communities
%K oil palms
%K sustainable agriculture
Publisher
World Agroforestry (ICRAF): Bogor, Indonesia
Publication year
2025
Authors
Widyaningsih, T.S.; Sanudin; Fauziyah, E.; Widiyanto, A.; Syafii, S.
Language
Indonesian
Keywords
agroforestry, development policies, governance, local communities, oil palms, sustainable agriculture
Geographic
Indonesia








