CIFOR–ICRAF publishes over 750 publications every year on agroforestry, forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy and much more – in multiple languages.

Sekilas mengenai Kerangka Pengaman (Safeguard): Mendukung hak-hak Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal dalam REDD+ dan inisiatif berbasis hutan lainnya

Sekilas mengenai Kerangka Pengaman (Safeguard): Mendukung hak-hak Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal dalam REDD+ dan inisiatif berbasis hutan lainnya

Ringkasan

  • Janji untuk investasi baru di hutan tropis dapat mendukung tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan, tetapi juga memberikankan resiko-resiko bagi masyarakat yang bergantung pada hutan.
  • Brosur ini merangkum standar kerangka pengaman (safeguard) sukarela yang relevan dengan REDD+, serta pedoman lembaga donor multilateral regional dan internasional.
  • Kami membandingkan sembilan kriteria untuk memahami perbedaan dari seluruh standar dan pedoman, dengan fokus pada keterlibatan mereka dengan hak-hak IPLC yang menjaga hutan di mana REDD+ dilaksanakan.
  • Ada banyak variasi tentang bagaimana standar dan pedoman safeguard membahas hak-hak IPLC.
  • Standar sukarela dapat mendukung transisi dari ‘do no harm’ menjadi ‘do better’ dengan mengkatalisasi transformasi berbasis hak untuk melibatkan kembali perempuan dan laki-laki dari IPLC sebagai pemegang hak dan mitra daripada sekedar penerima manfaat.

Download:

This work is licensed under CC-BY 4.0
Export citation:
TI  - Sekilas mengenai Kerangka Pengaman (Safeguard): Mendukung hak-hak Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal dalam REDD+ dan inisiatif berbasis hutan lainnya 
AU  - Sarmiento Barletti, J.P. 
AU  - Larson, A.M. 
AU  - Lofts, K. 
AU  - Frechette, A. 
AB  - Ringkasan

Janji untuk investasi baru di hutan tropis dapat mendukung tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan, tetapi juga memberikankan resiko-resiko bagi masyarakat yang bergantung pada hutan.
Brosur ini merangkum standar kerangka pengaman (safeguard) sukarela yang relevan dengan REDD+, serta pedoman lembaga donor multilateral regional dan internasional.
Kami membandingkan sembilan kriteria untuk memahami perbedaan dari seluruh standar dan pedoman, dengan fokus pada keterlibatan mereka dengan hak-hak IPLC yang menjaga hutan di mana REDD+ dilaksanakan.
Ada banyak variasi tentang bagaimana standar dan pedoman safeguard membahas hak-hak IPLC.
Standar sukarela dapat mendukung transisi dari ‘do no harm’ menjadi ‘do better’ dengan mengkatalisasi transformasi berbasis hak untuk melibatkan kembali perempuan dan laki-laki dari IPLC sebagai pemegang hak dan mitra daripada sekedar penerima manfaat.
 
PY  - 2022 
PB  - CIFOR-ICRAF 
PP  - Bogor, Indonesia and Nairobi, Kenya 
UR  - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/8664/ 
KW  - climate change, community forestry, development policy, indigenous people, local community, mitigation, standards, sustainable development 
ER  -
%T Sekilas mengenai Kerangka Pengaman (Safeguard): Mendukung hak-hak Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal dalam REDD+ dan inisiatif berbasis hutan lainnya 
%A Sarmiento Barletti, J.P. 
%A Larson, A.M. 
%A Lofts, K. 
%A Frechette, A. 
%D 2022 
%I CIFOR-ICRAF 
%C Bogor, Indonesia and Nairobi, Kenya 
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/8664/ 
%X Ringkasan

Janji untuk investasi baru di hutan tropis dapat mendukung tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan, tetapi juga memberikankan resiko-resiko bagi masyarakat yang bergantung pada hutan.
Brosur ini merangkum standar kerangka pengaman (safeguard) sukarela yang relevan dengan REDD+, serta pedoman lembaga donor multilateral regional dan internasional.
Kami membandingkan sembilan kriteria untuk memahami perbedaan dari seluruh standar dan pedoman, dengan fokus pada keterlibatan mereka dengan hak-hak IPLC yang menjaga hutan di mana REDD+ dilaksanakan.
Ada banyak variasi tentang bagaimana standar dan pedoman safeguard membahas hak-hak IPLC.
Standar sukarela dapat mendukung transisi dari ‘do no harm’ menjadi ‘do better’ dengan mengkatalisasi transformasi berbasis hak untuk melibatkan kembali perempuan dan laki-laki dari IPLC sebagai pemegang hak dan mitra daripada sekedar penerima manfaat.
 
%K climate change 
%K community forestry 
%K development policy 
%K indigenous people 
%K local community 
%K mitigation 
%K standards 
%K sustainable development 
    Publisher

    CIFOR-ICRAF: Bogor, Indonesia and Nairobi, Kenya

    Publication year

    2022

    Authors

    Sarmiento Barletti, J.P.; Larson, A.M.; Lofts, K.; Frechette, A.

    Language

    Indonesian

    Keywords

    climate change, community forestry, development policy, indigenous people, local community, mitigation, standards, sustainable development