Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dan Pembangunan Rendah Karbon (Low Carbon Development) adalah dua agenda pembangunan berskala global dan nasional yang sedang dijalankan oleh Indonesia. Dengan target waktu dan pencapaian yang serupa, khususnya ketika ekosistem mangrove dilibatkan, maka diperlukan sebuah strategi yang terkoordinasi dengan perencanaan yang terpadu. Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove secara jelas memisahkan antara tujuan konservasi dan tujuan rehabilitasi kawasan pesisir karena keduanya menyangkut kondisi ekosistem yang sangat berbeda, baik secara biofisik maupun secara sosial dan peluang ekonomi yang ada. Konservasi mangrove perlu mendapat prioritas mengingat ancaman yang besar dan kendala penyelenggaraan rehabilitasi/restorasi yang secara teknis lebih menantang dan secara ekonomis mahal.
Agar penyelenggaraan konservasi dan rehabilitasi mangrove transparan bagi para pemangku kepentingan, maka diperlukan sistem pemantauan dan evaluasi, pelaporan dan verifikasi (monitoring and evaluation, reporting, and verification). Mekanisme ini mencakup seluruh aspek penyelenggaraan konservasi dan rehabilitasi termasuk akuntabilitas pendanaan dan keberhasilan dan kegagalan konservasi dan rehabilitasi.
Download:
This work is licensed under CC-BY 4.0
DOI:
https://doi.org/10.17528/cifor-icraf/008790Altmetric score:
Dimensions Citation Count:
Export citation:
RIS (.ris)
TI - Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove: Sebagai Rujukan Konservasi dan Rehabilitasi Kawasan Pesisir untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Pembangunan Rendah Karbon
AU - Nurhati, I.S.
AU - Murdiyarso, D.
AB - Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dan Pembangunan Rendah Karbon (Low Carbon Development) adalah dua agenda pembangunan berskala global dan nasional yang sedang dijalankan oleh Indonesia. Dengan target waktu dan pencapaian yang serupa, khususnya ketika ekosistem mangrove dilibatkan, maka diperlukan sebuah strategi yang terkoordinasi dengan perencanaan yang terpadu. Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove secara jelas memisahkan antara tujuan konservasi dan tujuan rehabilitasi kawasan pesisir karena keduanya menyangkut kondisi ekosistem yang sangat berbeda, baik secara biofisik maupun secara sosial dan peluang ekonomi yang ada. Konservasi mangrove perlu mendapat prioritas mengingat ancaman yang besar dan kendala penyelenggaraan rehabilitasi/restorasi yang secara teknis lebih menantang dan secara ekonomis mahal.Agar penyelenggaraan konservasi dan rehabilitasi mangrove transparan bagi para pemangku kepentingan, maka diperlukan sistem pemantauan dan evaluasi, pelaporan dan verifikasi (monitoring and evaluation, reporting, and verification). Mekanisme ini mencakup seluruh aspek penyelenggaraan konservasi dan rehabilitasi termasuk akuntabilitas pendanaan dan keberhasilan dan kegagalan konservasi dan rehabilitasi.
PY - 2022
PB - CIFOR-ICRAF
PP - Bogor, Indonesia and Nairobi, Kenya
UR - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/8790/
DO - https://doi.org/10.17528/cifor-icraf/008790
KW - conservation, ecological restoration, ecosystem management, evaluation, mangroves, monitoring, sustainable development
ER -
Endnote (.ciw)
%T Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove: Sebagai Rujukan Konservasi dan Rehabilitasi Kawasan Pesisir untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Pembangunan Rendah Karbon
%A Nurhati, I.S.
%A Murdiyarso, D.
%D 2022
%I CIFOR-ICRAF
%C Bogor, Indonesia and Nairobi, Kenya
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/8790/
%R https://doi.org/10.17528/cifor-icraf/008790
%X Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dan Pembangunan Rendah Karbon (Low Carbon Development) adalah dua agenda pembangunan berskala global dan nasional yang sedang dijalankan oleh Indonesia. Dengan target waktu dan pencapaian yang serupa, khususnya ketika ekosistem mangrove dilibatkan, maka diperlukan sebuah strategi yang terkoordinasi dengan perencanaan yang terpadu. Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove secara jelas memisahkan antara tujuan konservasi dan tujuan rehabilitasi kawasan pesisir karena keduanya menyangkut kondisi ekosistem yang sangat berbeda, baik secara biofisik maupun secara sosial dan peluang ekonomi yang ada. Konservasi mangrove perlu mendapat prioritas mengingat ancaman yang besar dan kendala penyelenggaraan rehabilitasi/restorasi yang secara teknis lebih menantang dan secara ekonomis mahal.Agar penyelenggaraan konservasi dan rehabilitasi mangrove transparan bagi para pemangku kepentingan, maka diperlukan sistem pemantauan dan evaluasi, pelaporan dan verifikasi (monitoring and evaluation, reporting, and verification). Mekanisme ini mencakup seluruh aspek penyelenggaraan konservasi dan rehabilitasi termasuk akuntabilitas pendanaan dan keberhasilan dan kegagalan konservasi dan rehabilitasi.
%K conservation
%K ecological restoration
%K ecosystem management
%K evaluation
%K mangroves
%K monitoring
%K sustainable development
Publisher
CIFOR-ICRAF: Bogor, Indonesia and Nairobi, Kenya
Publication year
2022
Authors
Language
Indonesian
Keywords
conservation, ecological restoration, ecosystem management, evaluation, mangroves, monitoring, sustainable development
Geographic
Indonesia








