Video ini memberi gambaran ringkas proses partisipatif dan langkah-langkah penting lainnya dalam pembuatan mikrohidro dan membangun kemandirian masyarakat lokal dalam pengoperasian dan perawatan, agar mikrohidro bertahan lama. Mikrohidro merupakan salah satu sumber energi alternatif terbarukan yang paling sesuai untuk masyarakat di pedalaman yang tak terjangkau oleh aliran listrik PLN dan masih memiliki hutan dan fungsi hidrologi yang baik. Masyarakat Dayak Iban di empat kampung di Kabupaten Kapuas Hulu (Sungai Pelaik, Kedungkang, Entebuluh dan Sungai Iring) mendapatkan bantuan pembuatan mikrohidro dari Darwin Initiative (pemerintah Inggris) melalui CIFOR dan Yayasan Riak Bumi, sebagai penghargaan bagi masyarakat di keempat kampung tersebut yang telah melindungi orangutan dan habitatnya dengan aturan adat.
This video summarizes participatory processes and other critical steps in building micro-hydro and the local communities self-sufficiency in operation and maintenance, to ensure durability and sustainability of the system. Micro-hydro is one of the most appropriate alternative sources of energy for people in remote locations that are excluded from the state’s electricity grids but have good forest and hydrological function. Dayak Iban communities in four hamlets in Kapuas Hulu (Sungai Pelaik, Kedungkang, Entebuluh and Sungai Iring) received support from the Darwin Initiative (UK Government) through CIFOR and Riak Bumi Foundation to develop micro-hydro, rewarding the communities for protecting orangutans and their habitat with customary rules.