Kolaborasi SFITAL (Sustainable Farming in Tropical Asian Landscapes) di Kabupaten Labuhanbatu Utara telah menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pembangunan kelapa sawit berkelanjutan. Melalui kemitraan antara pemerintah daerah, petani, penyuluh, sektor swasta, dan mitra pembangunan, berbagai inisiatif dilaksanakan untuk meningkatkan tata kelola, produktivitas, dan keberlanjutan perkebunan sawit rakyat.
Kegiatan yang dilakukan meliputi penguatan kapasitas petani dan penyuluh, sosialisasi dan pendampingan ISPO, dukungan terhadap program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta pelatihan praktik budidaya yang baik (Good Agricultural Practices/GAP). Selain itu, pendekatan agroforestri dan pengelolaan tumpangsari juga diperkenalkan untuk meningkatkan diversifikasi pendapatan dan ketahanan ekonomi petani.
Kolaborasi ini turut memperkuat koordinasi lintas sektor melalui forum diskusi, lokakarya, dan penyusunan rencana aksi daerah untuk kelapa sawit berkelanjutan. Dampak yang terlihat mencakup meningkatnya pemahaman petani terhadap praktik berkelanjutan, penguatan kelembagaan lokal, serta tumbuhnya komitmen bersama dalam mendorong pembangunan sawit yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Labuhanbatu Utara.