{{menu_nowledge_desc}}.

CIFOR–ICRAF publishes over 750 publications every year on agroforestry, forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy and much more – in multiple languages.

CIFOR–ICRAF addresses local challenges and opportunities while providing solutions to global problems for forests, landscapes, people and the planet.

We deliver actionable evidence and solutions to transform how land is used and how food is produced: conserving and restoring ecosystems, responding to the global climate, malnutrition, biodiversity and desertification crises. In short, improving people’s lives.

Mengapa lahan gambut penting

Export citation

Apa itu gambut?

Gambut ialah jenis tanah organik yang terbentuk dari bagian vegetasi yang telah terurai dan terendam air selama berabad lamanya. Gambut ada di planet ini sekitar 360 juta tahun. Beberapa lahan gambut yang kini ada bahkan memerlukan lebih dari 10.000 tahun untuk terbentuk.

Dimana gambut ditemukan?

Gambut terbentuk di iklim yang beragam di seluruh dunia. Baik di dataran tinggi maupun di pesisir pantai, dari hutan hujan tropis sampai daerah permafrost bahkan sampai ke wilayah kutub, di mana tanah membeku sepanjang tahun, setidaknya selama dua tahun. Sebagian besar lahan gambut ditemukan di iklim dingin, di daerah iklim sedang atau boreal. Negara iklim tropis dengan cadangan gambut yang besar antara lain Republik Demokratik Kongo, Indonesia, dan Peru. 68% lahan gambut tropis ditemukan di Asia Tenggara.


Download:

DOI:
https://doi.org/10.17528/cifor/006476
Altmetric score:
Dimensions Citation Count:

    Publication year

    2017

    Authors

    CIFOR

    Language

    Indonesian

    Keywords

    peatlands, livelihoods, climate change, carbon dioxide, greenhouse gases, emissions

    Geographic

    Indonesia, Peru, Democratic Republic of the Congo

Related publications