{{menu_nowledge_desc}}.

CIFOR–ICRAF publishes over 750 publications every year on agroforestry, forests and climate change, landscape restoration, rights, forest policy and much more – in multiple languages.

CIFOR–ICRAF addresses local challenges and opportunities while providing solutions to global problems for forests, landscapes, people and the planet.

We deliver actionable evidence and solutions to transform how land is used and how food is produced: conserving and restoring ecosystems, responding to the global climate, malnutrition, biodiversity and desertification crises. In short, improving people’s lives.

Kajian Kondisi Hidrologis DAS Kapuas Hulu,Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Export citation

Laporan ini menyajikan hasil dari suatu ‘penilaia n cepat’ dari kondisi hidrologis di DAS Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Ba rat. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengkaji kondisi hidrologis DAS Kapuas Hulu da n menyajikan informasi mengenai apa dan dimana pembayaran jasa perlindungan DAS dapat dilakukan. Di hulu DAS Kapuas Hulu terdapat Taman Nasional Betung Kerihun yang merupakan salah satu habitat alami beberapa jenis spesies langka di Kalimantan. Taman nasiona l ini merupakan areal ‘hot spot’ keragaman hayati dimana di dalamnya terdapat beragam jenis tumbuhan dan hewan dan sebagian besar merupakan spesies endemik Kalimantan. Kapuas Hulu memiliki iklim basah dengan rata-ra ta curah hujan tahunan sekitar 4100 m/tahun. Hujan terdistribusi secara merata sepanjang ta hun dengan bulan November atau Desember sebagai bulan yang paling basah. Tutupan lahan yang dominan di DAS Kapuas Hulu adalah hutan (90%). Lahan yang dikelola oleh petani (dalam bentuk pertanian dan sistem berbasis pohon) ada sekitar 3% dari total luasan area. Ada tiga sub-DAS utama di DAS Kapuas Hulu yaitu Sibau Mendalam dan Kapuas (Koheng). In tensitas pengelolaan lahan cukup berbeda di masing-masing sub-DAS dimana Sibau bersifat lebih intensif (kebun sayur tegakan pohon dalam kebun dan tembawang) da n di Kapuas (Koheng) pengelolaannya lebih bersifat ekstensif (pengumpul hasil hutan dan tembawang). Dewasa ini wilayah hutan di Kapuas Hulu te rancam semakin berkurang akibat adanya kebakaran penebangan dan penambangan dalam jumlah besar. Para stakeholder lokal (baik masyarakat lokal maupun para pembuat keb ijakan) sangat menyadari adanya masalah berkurangnya tutupan hutan yang akan berdampa k pada fungsi hidrologi DAS terutama dalam hal jumlah air dan kualitas air (erosi sediment asi dan polusi). Transportasi sungai merupakan alat perhubungan yang cukup penting di areal ini sehingga kondisi sungai yang stabil dengan kedalaman yang cukup sangat dipe rlukan oleh masyarakat sekitar. Masalah kualitas air di Kapuas Hulu berkaitan dengan polusi dan kekeruhan air yang disebabkan oleh erosi dan sedimentasi. Fokus area di DAS Kapuas Hulu ini adalah Desa Si bau Hulu yang terletak di sub-DAS Sibau dan Desa Datah Dian yang terletak di sub-DAS Mendalam. Kedua desa ini berada di wilayah paling hulu dari DAS dan merupakan areal dima na perubahan lahan oleh masyarakat lokal banyak terjadi.

Related publications