Pesan Kunci
- Sustainable rice estate for food security with low carbon emissions (SECURE) adalah sebuah model dinamika sistem yang dikembangkan untuk mengeksplorasi berbagai skenario dan pengembangan rencana menuju ketahanan pangan, khususnya untuk beras sembari meminimalkan dampak emisi karbon.
- Simulasi baseline menunjukkan bahwa Indonesia harus mencapai swasembada pangan, khususnya untuk beras. Kesenjangan kebutuhan beras sebesar 4,2 juta metrik ton akan terjadi di tahun 2030 dan akan terus meningkat setelah 2030. Perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan perubahan lahan sawah akan memperlebar kesenjangan antara pasokan dan permintaan.
- Model dinamika sistem yang kami kembangkan menyoroti tentang perlunya kehati-hatian dalam pengembangan food estate di Papua dan Kalimantan karena dapat berdampak pada komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim dalam FOLU (forestry and other land use/sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya) Net Sink 2030, yang bertujuan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2030.
- Hasil simulasi pengembangan sawah di hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK) berkontribusi terhadap sebagian besar emisi, termasuk di Kalimantan dan Papua. Meskipun konversi ini legal, pemodelan menunjukkan bahwa konversi ini berpotensi menghasilkan 301 juta metrik ton CO₂e, karena HPK masih memiliki tutupan hutan.
- Studi ini mengusulkan skenario solusi pangan-iklim dengan meninjau wilayah yang memiliki sedikit atau tanpa pepohonan untuk mengembangkan kawasan pangan berbasis padi sawah. Dalam simulasi kami, kombinasi antara penanaman padi di area non-hutan dengan peningkatan produktivitas hasil padi serta diversifikasi pangan pokok merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan beras sekaligus mengurangi emisi.
- Studi ini juga mengidentifikasi penataan kelembagaan untuk skenario tersebut di bawah pemerintahan saat ini.
Download:
This work is licensed under CC-BY 4.0
DOI:
https://doi.org/10.17528/cifor-icraf/009411Score Altmetric:
Dimensions Nombre de citations:
Exporter la citation:
RIS (.ris)
TI - Model Dinamika Sistem untuk Pengembangan Rice Estate Berkelanjutan Menuju Ketahanan Pangan dan Rendah Karbon
AU - Purnomo, H.
AU - Okarda, B.
AU - Kusumadewi, S.D.
AU - Muchlish, Z.
AU - Shuhada, I.M.
AU - Nurfatriani, F.
AU - Abdulah, L.
AU - Adinugroho, W.C.
AB - Pesan Kunci
Sustainable rice estate for food security with low carbon emissions (SECURE) adalah sebuah model dinamika sistem yang dikembangkan untuk mengeksplorasi berbagai skenario dan pengembangan rencana menuju ketahanan pangan, khususnya untuk beras sembari meminimalkan dampak emisi karbon.
Simulasi baseline menunjukkan bahwa Indonesia harus mencapai swasembada pangan, khususnya untuk beras. Kesenjangan kebutuhan beras sebesar 4,2 juta metrik ton akan terjadi di tahun 2030 dan akan terus meningkat setelah 2030. Perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan perubahan lahan sawah akan memperlebar kesenjangan antara pasokan dan permintaan.
Model dinamika sistem yang kami kembangkan menyoroti tentang perlunya kehati-hatian dalam pengembangan food estate di Papua dan Kalimantan karena dapat berdampak pada komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim dalam FOLU (forestry and other land use/sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya) Net Sink 2030, yang bertujuan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2030.
Hasil simulasi pengembangan sawah di hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK) berkontribusi terhadap sebagian besar emisi, termasuk di Kalimantan dan Papua. Meskipun konversi ini legal, pemodelan menunjukkan bahwa konversi ini berpotensi menghasilkan 301 juta metrik ton CO₂e, karena HPK masih memiliki tutupan hutan.
Studi ini mengusulkan skenario solusi pangan-iklim dengan meninjau wilayah yang memiliki sedikit atau tanpa pepohonan untuk mengembangkan kawasan pangan berbasis padi sawah. Dalam simulasi kami, kombinasi antara penanaman padi di area non-hutan dengan peningkatan produktivitas hasil padi serta diversifikasi pangan pokok merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan beras sekaligus mengurangi emisi.
Studi ini juga mengidentifikasi penataan kelembagaan untuk skenario tersebut di bawah pemerintahan saat ini.
PY - 2025
PB - CIFOR-ICRAF
PP - Bogor, Indonesia and Nairobi, Kenya
UR - https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/9411/
DO - https://doi.org/10.17528/cifor-icraf/009411
KW - climate change mitigation, conversion, crop production, crop yield, diversification, emission, food security, forest management, land management, land use change, modelling, production forests, rice, system dynamics
ER -
Endnote (.ciw)
%T Model Dinamika Sistem untuk Pengembangan Rice Estate Berkelanjutan Menuju Ketahanan Pangan dan Rendah Karbon
%A Purnomo, H.
%A Okarda, B.
%A Kusumadewi, S.D.
%A Muchlish, Z.
%A Shuhada, I.M.
%A Nurfatriani, F.
%A Abdulah, L.
%A Adinugroho, W.C.
%D 2025
%I CIFOR-ICRAF
%C Bogor, Indonesia and Nairobi, Kenya
%U https://www.cifor-icraf.org/knowledge/publication/9411/
%R https://doi.org/10.17528/cifor-icraf/009411
%X Pesan Kunci
Sustainable rice estate for food security with low carbon emissions (SECURE) adalah sebuah model dinamika sistem yang dikembangkan untuk mengeksplorasi berbagai skenario dan pengembangan rencana menuju ketahanan pangan, khususnya untuk beras sembari meminimalkan dampak emisi karbon.
Simulasi baseline menunjukkan bahwa Indonesia harus mencapai swasembada pangan, khususnya untuk beras. Kesenjangan kebutuhan beras sebesar 4,2 juta metrik ton akan terjadi di tahun 2030 dan akan terus meningkat setelah 2030. Perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan perubahan lahan sawah akan memperlebar kesenjangan antara pasokan dan permintaan.
Model dinamika sistem yang kami kembangkan menyoroti tentang perlunya kehati-hatian dalam pengembangan food estate di Papua dan Kalimantan karena dapat berdampak pada komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim dalam FOLU (forestry and other land use/sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya) Net Sink 2030, yang bertujuan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2030.
Hasil simulasi pengembangan sawah di hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK) berkontribusi terhadap sebagian besar emisi, termasuk di Kalimantan dan Papua. Meskipun konversi ini legal, pemodelan menunjukkan bahwa konversi ini berpotensi menghasilkan 301 juta metrik ton CO₂e, karena HPK masih memiliki tutupan hutan.
Studi ini mengusulkan skenario solusi pangan-iklim dengan meninjau wilayah yang memiliki sedikit atau tanpa pepohonan untuk mengembangkan kawasan pangan berbasis padi sawah. Dalam simulasi kami, kombinasi antara penanaman padi di area non-hutan dengan peningkatan produktivitas hasil padi serta diversifikasi pangan pokok merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan beras sekaligus mengurangi emisi.
Studi ini juga mengidentifikasi penataan kelembagaan untuk skenario tersebut di bawah pemerintahan saat ini.
%K climate change mitigation
%K conversion
%K crop production
%K crop yield
%K diversification
%K emission
%K food security
%K forest management
%K land management
%K land use change
%K modelling
%K production forests
%K rice
%K system dynamics
Publisher
CIFOR-ICRAF: Bogor, Indonesia and Nairobi, Kenya
Année de publication
2025
Auteurs
Purnomo, H.; Okarda, B.; Kusumadewi, S.D.; Muchlish, Z.; Shuhada, I.M.; Nurfatriani, F.; Abdulah, L.; Adinugroho, W.C.
Langue
Indonesian
Mots clés
climate change mitigation, conversion, crop production, crop yield, diversification, emission, food security, forest management, land management, land use change, modelling, production forests, rice, system dynamics
Géographique
Indonesia








